Apa itu NLP ?

Jika manusia di ibaratkan sebagai sebuah Handphone maka NLP akan menjadi buku manualnya, buku yang menjelaskan bagaimana cara menggunakan Handphone tersebut dengan baik dan benar, bagaimana cara memanfaatkan semua aplikasinya, bagaimana penanganan pertama ketika handphone tersebut mengalami gangguan. Dengan mempelajari buku manual tersebut maka kita dapat lebih efisien dalam menggunakan Handphone tersebut, saat ini banyak sekali dari kita yang membeli ponsel pintar dengan segudang aplikasi, tapi banyak pula dari kita yang tidak benar-benar mengetahui cara penggunaan aplikasi-aplikasi tersebut, akibatnya sebuah ponsel pintar hanya menjadi ponsel biasa dengan kemampuan terbatas.

Sama seperti manusia, banyak dari kita yang merasa kita dapat mengontrol diri dengan baik tapi dalam kenyataannya kita begitu mudah dikontrol oleh emosi, larut dalam kesedihan, cemas bahkan banyak dari kita yang tidak mengetahui bakat atau potensi yang dimiliki, akibatnya banyak orang yang sesungguhnya memiliki potensi luar biasa tetapi tidak mampu mencapai impiannya karena mengetahui bagaimana memanfaatkan potensi dirinya.

NLP adalah buku manual dalam mengoperasikan diri dan pikiran kita, dengan mempelajari NLP, kita akan mampu untuk selalu berada dalam performa terbaik dan mampu keluar dari emosi negatif dengan cepat.

NLP (Neuro Linguistic Programming) pertama kali di perkenalkan oleh Richard Bandler, seorang mahasiswa University of Santa Cruz dan John Grinder,seorang ahli bahasa, di California pada awal tahun 1972. Pada awal penelitiannya Richard bandler dan Jhon Grinder mencoba untuk meneliti hubungan antara komunikasi (bahasa) dan program pikiran manusia. Sebagai bahan penelitiannya Richard bandler dan Jhon Grinder mengambil beberapa ahli psikologi dan therapist sebagai modelnya.

Orang-orang yang kemudian dijadikan model adalah:

• Virginia Satir, yang mengembangkan Conjoint Family Therapy.

• Fritz Perls, yang mendirikan aliran Gestalt Psychology.

• Milton H. Erickson, yang mengembangkan Clinical Hypnotherapy.

Bandler dan Grinder menemukan bahwa meskipun ketiga orang itu berbeda gaya dan kepribadian, ternyata ada pola yang sama dalam melakukan komunikasi. Pola itu memungkinkan ketiga orang tersebut mencapai kesempurnaan teknik komunikasi di bidang masing-masing.

Bandler & Grinder lebih jauh mencermati jika benar yang terjadi demikian, tentunya pola yang sama bisa dipakai untuk mencapai kesempurnaan di bidang lain. Hasil penelitian terhadap ketiga orang ini menjadi bahan baku bagi NLP. Selanjutnya Bandler dan Grinder memperkaya NLP dengan menyerap masukan dari:

• Alfred Korzybski, ahli lingustic, tentang mental map.

• Noam Chomsky, ahli linguistic, tentang deep & surface structure.

• Gregory Bateson, ahli antropologi, tentang logical level.

NLP yang dikembangkan oleh 2 orang kini mencakup beberapa aliran, ratusan buku dan ribuan program pelatihan maupun seminar. NLP tidak hanya dipakai untuk keperluan terapetis, melainkan meluas pada berbagai disiplin di berbagai negara di dunia. Aplikasinya beragam mulai dari menghentikan kebiasaan buruk hingga menguasai gerakan senam, mulai dari rekrutmen pramugari sampai pelatihan sniper.