Sekilas tentang Hypnotherapy

 

Hypnotherapy adalah usaha penyembuhan untuk masalah yang berkaitan dengan pikiran, perasaan dan perilaku Sedangkan hipnosis adalah kondisi relaksasi pikiran yang biasanya disertai relaksasi tubuh. Dalam kondisi hipnosis, pikiran Anda menjadi lebih terbuka terhadap perubahan. Hypnotherapy berasal dari dua kata, yaitu “Hypnosis” yang didefinisikan sebagai suatu kondisi pikiran di mana fungsi analitis logis pikiran direduksi sehingga memungkinkan seseorang masuk ke dalam kondisi “hypnotic trance” untuk mengakses bawah sadar (sub-conscious/unconcious), di mana tersimpan beragam potensi internal yang dapat dimanfaatkan untuk lebih meningkatkan kualitas hidup. Sedangkan “therapy” berasal dari kata “theurapeutic” yang berarti penyembuhan. Hypnotherapy merupakan salah satu cabang hypnosis yang dimanfaatkan untuk kepentingan terapi (theurapeutical hypnosis).

Hypnotherapy sendiri adalah salah satu jenis psikoterapi yang dapat menyembuhkan banyak gangguan psikis (disorders), psikosomatis (gangguan fisik yang disebabkan oleh gangguan psikis), bahkan penyakit medis (deseases), dengan memberdayakan kekuatan pikiran bawah sadar (subcounscious mind) klien.

Banyak kasus di mana analisa dan segala jenis pemeriksaan oleh dokter menunjukkan seseorang secara fisik tidak mempunyai masalah fisik. Namun pada kenyataannya orang tersebut mengeluh karena sakitnya.

 

Masalah-masalah emosional yang tidak ditangani adalah penyebab 85% penyakit fisik. Itulah mengapa penanganan penyakit fisik tidak membuahkan hasil yang tuntas karena mengabaikan masalah emosional.

Psikosomatis atau somatisasi adalah gangguan psikis yang tampil dalam bentuk gejala-gejala fisik. Dengan kata lain, psikosomatis adalah penyakit fisik yang disebabkan oleh program pikiran negatif dan/atau masalah emosi seperti stress, depresi, kecewa, kecemasan, rasa berdosa, dan emosi negatif lainnya.

Orang yang melakukan Hypnotherapy disebut Hypnotherapyst. Seorang Hypnotherapyst bisa dari kalangan dokter, psikolog atau orang dari latar belakang apa saja yang mendalami ilmu Hypnosis dan mampu melakukan Hypnotherapy. Untuk menjadi seorang Hypnotherapyst profesional dapat dilakukan dengan mengikuti program pelatihan Hypnotherapy yang banyak si selenggarakan oleh berbagai organisasi Hypnotherapy baik dengan skala Nasional maupun internasional, salah satunya adalah program sertifikasi Hypnotherapy yang di selenggarakan oleh The Indonesian Board of  Hypnotherapy melalui program Adcanced Class.

Hypnotherapy merupakan proses interaksi formal antara dua pihak atau lebih, yaitu antara klien dengan Hypnotherapyst yang bertujuan memperbaiki keadaan yang dikeluhkan klien. Seorang Hypnotherapyst dengan pengetahuan dan keterampilan Hypnosisnya akan membantu klien mengatasi keluhan secara profesional dan legal.

Ada tiga ciri utama Hypnotherapy, yaitu:

  1. Dari segi proses:  berupa interaksi antara dua pihak, formal, profesional, legal dan menganut kode etik Hypnotherapy.
  2. Dari segi tujuan: untuk mengubah kondisi psikologis seseorang, mengatasi masalah psikologis atau meningkatkan potensi psikologis yang sudah ada.
  3. Dari segi tindakan: seorang Hypnotherapyst melakukan tindakan terapi berdasarkan ilmu psikologi modern yang sudah teruji efektivitasnya.

Hypnotherapy didasarkan pada fakta bahwa aspek-aspek mental manusia seperti cara berpikir, proses emosi, persepsi, believe system, kebiasaan dan pola perilaku bisa diubah dengan pendekatan psikologis. Tujuan Hypnotherapy antara lain:

  • Menghapus, mengubah atau mengurangi gejala gangguan psikologis.
  • Menyembuhkan gangguan fisik yang disebabkan oleh gangguan psikis (Psikosomatis).
  • Mengatasi pola perilaku yang terganggu.
  • Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan kepribadian yang positif.
  • Memperkuat motivasi klien untuk melakukan hal yang benar.
  • Menghilangkan atau mengurangi tekanan emosional.
  • Mengembangkan potensi klien.
  • Mengubah kebiasaan menjadi lebih baik.
  • Memodifikasi struktur kognisi (pola pikiran).
  • Memperoleh pengetahuan tentang diri / pemahaman diri.
  • Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan interaksi sosial.
  • Meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan.
  • Membantu penyembuhan penyakit fisik.
  • Meningkatkan kesadaran diri.
  • Membangun kemandirian dan ketegaran untuk menghadapi masalah.
  • Penyesuaian lingkungan sosial demi tercapai perubahan dan masih banyak lagi.

Dalam Hypnotherapy, gangguan psikologis diidentifikasi secara ilmiah dengan standar tertentu. Kemudian dilakukan proses Hypnosis menggunakan cara-cara modern yang terbukti berhasil mengatasi hambatan psikologis. Dalam Hypnotherapy klien tidak diberi obat, karena yang sakit adalah jiwanya, bukan fisiknya. Hypnotherapy tidak diaplikasikan untuk orang yang mengalami kerusakan otak (gila) melainkan untuk membantu orang yang sedang mengalami permasalahan psikologis.

Dalam sesi Hypnotherapy, Anda akan diajak membahas dan menganalisa hambatan psikologis yang ada dalam diri Anda, kemudian mencari pemecahannya dengan cara menerapkan metode Hypnotherapy yang paling cocok.

Hypnotherapy tidak hanya untuk orang yang punya masalah, orang normal dan sehat pun banyak yang mengikuti hypnotherapy untuk memaksimalkan kemampuannya dalam segala bidang kehidupan. Di bawah ini adalah beberapa masalah yang biasa ditangani dengan hypnotherapy:

  1. Berhenti Merokok Ilmu psikologi modern punya strategi khusus yang terbukti efektif untuk membantu berhenti merokok selamanya.
  2. Bingung Menentukan Pilihan. Apabila Anda dihadapkan pada pilihan-pilihan penting dalam hidup Anda yang mana pilihan itu saling bertentangan, mungkin akan terjadi kebingungan yang membuat Anda stress dan tidak tahu harus berbuat apa. Hypnotherapy menawarkan sebuah cara untuk memahami diri kita sendiri dari level sadar sampai bawah sadar, agar bisa menentukan pilihan yang terbaik untuk sekarang dan masa depan Anda.
  3. Depresi. Gejala depresi antara lain perasaan sedih, murung, suka menyendiri, perasaan putus asa, tidak ada semangat, rasa malas, tidak bisa konsentrasi, perasaan lemah dan kadang disertai kecemasan serta gangguan tidur.
  4. Fobia. Ketakutan berlebihan terhadap suatu benda / binatang / situasi tertentu. Seorang yang menderita fobia bisa merasakan kecemasan atau ketakutan yang amat sangat apabila melihat sesuatu yang menjadi obyek fobianya. Dalam beberapa kasus, bahkan hanya melihat gambarnya saja (misalnya gambar ular) seseorang bisa ketakutan setengah mati.
  5. Frigiditas & Impotensi Karena Sebab Psikologis. Beberapa pasangan datang menemui kami dengan keluhan si suami mengalami impotensi atau si wanita menjadi dingin dalam hubungan seks. Setelah kami telusuri dengan metode tertentu, akar penyebabnya sering kali adalah karena pernah terjadi pertengkaran atau ada kecurigaan, kemarahan, kecewaan dan sakit hati yang dipendam. Mungkin suami-istri sudah berdamai dan tidak pernah ribut lagi dan sudah saling memaafkan, tapi ternyata “luka” yang sudah terlanjur kadang tidak bisa sembuh begitu saja. Butuh cara-cara tertentu agar “luka” itu bisa dihilangkan.
  6. Gangguan Bicara. Dalam hal ini termasuk gagap, sulit bicara dan kata-kata yang tidak lancar atau terselip pengucapannya. Penderita gangguan bicara biasanya hanya mengalami gangguan ketika dalam kondisi yang membuatnya tegang, sementara dia bisa bicara lancar ketika ngomong sendiri atau berbicara dengan orang yang membuatnya nyaman.
  7. Gangguan Tidur. Gangguan tidur bisa berupa insomnia, siklus tidur tidak teratur, tidur tidak pernah nyenyak, mudah terbangun, mimpi buruk, sering tindihan (tubuh kaku tidak bisa digerakkan padahal sadar) atau malah penyakit tidur berlebihan dan tidak mampu menahan rasa kantuk.
  8. Halusinasi. Apabila Anda sering melihat sesuatu atau mendengar suara yang tidak nyata, maka itu pertanda Anda mengalami gangguan psikologis. Keadaan tersebut bisa terpicu karena stress, trauma, depresi atau muncul tanpa sebab yang jelas. Beberapa orang mengira gangguan halusinasi adalah karena diganggu makhluk halus, padahal sebenarnya halusinasi merupakan “penyakit pikiran” yang bisa disembuhkan dengan psikoterapi modern.
  9. Kebiasaan Buruk. Banyak orang menyerah dengan kebiasaan buruknya karena mengira kebiasaan buruknya tidak bisa diubah. Mungkin Anda pun sudah mencoba menghentikan kebiasaan buruk dengan cara Anda sendiri dan gagal.Hypnotherapy akan membantu Anda berubah dengan lebih mudah dan lebih cepat.
  10. Kecemasan Berlebihan. Mudah cemas hanya karena masalah-masalah kecil. Kecemasan berlebihan terhadap segala hal. Jika memiliki anak, maka terlalu protektif dalam mengasuh anak. Karena kecemasan berlebihan, maka biasanya disertai dengan sering sakit kepala, sakit leher dan tekanan darah naik. Orang yang mengalami kecemasan biasanya juga menderita hipertensi dan maag.
  11. Menurunkan / Menaikan Berat Badan. Anda mungkin sudah mencoba berbagai macam cara diet tapi gagal. Atau anda sudah merasa memakan makanan sehat tetapi tubuh anda tetap kurus. Setelah mendalami Ego State Anda selama proses Hypnotherapy, kita akan menemukan mengapa semua cara yang anda terapkan gagal. Setelah itu, kita akan membuat program anda menjadi mudah, sukses dan hasilnya permanen.
  12. Ketegangan. Anda beberapa orang yang sulit rileks dalam kesehariannya, ia senantiasa tegang. Seolah-olah, tegang adalah sifatnya.Psikoterapi menawarkan kemampuan untuk relaksasi yang mendalam, baik secara fisik dan mental.
  13. Ketergantungan / Kecanduan. Karena perilaku yang diulang-ulang disertai motivasi emosional, seseorang tanpa sadar bisa menjadi ketergantungan atau kecanduan terhadap sesuatu. Misalnya kecanduan coklat, kecanduan permen, kecanduan kopi, kecanduan minuman cola, kecanduan berjudi, kecanduan belanja yang tidak penting, kecanduan makan makanan yang tidak wajar dan kecanduan yang lainnya. Psikoterapis bisa membantu menangani berbagai macam kecanduan. Namun khusus untuk kecanduan narkotika, sebaiknya ditangani oleh dokter atau psikiater karena untuk kasus kecanduan narkotika, yang ketergantungan bukan pikirannya saja, tapi memang tubuh yang sudah ketergantungan.
  14. Menyembuhkan / Meringankan Alergi. Dari hasil pengalaman praktek psikoterapi yang kami lakukan, ternyata hampir 90% alergi bisa disembuhkan atau paling tidak diringankan dengan psikoterapi. Karena ketika kami melakukan psikoanalisa kepada klien-klien yang menderita alergi, ternyata kami temukan alergi juga bisa disebabkan atau diperparah oleh keadaan perasaan, cara berpikir dan keyakinan seseorang.
  15. Migraine. Tahukah Anda menurut penelitian seorang dokter, sekitar 80% penderita migrain yang sering kambuh disebabkan oleh otak yang overload karena tidak mampu menangani beban pikiran yang mendera. Psikoterapi bisa membantu seseorang dalam meningkatkan kemampuan pikirannya dalam menerima beban, sehingga otak kita bisa bekerja lebih efektif tanpa menimbulkan rasa sakit seperti migrain, sakit leher dan sakit kepala.
  16. Paranoid. Perasaan cemas dan takut yang tidak rasional. Merasa selalu diawasi oleh seseorang yang berniat mencelakai. Merasa tidak aman berada di tempat umum karena takut ada orang yang akan menyakiti atau membunuh
  17. Perilaku Obsesif Kompulsif. Gejalanya berupa adanya dorongan untuk melakukan sesuatu secara berulang, apabila dorongan itu tidak dituruti, maka timbullah perasan cemas atau tidak tenang.
  18. Psikosomatis. Jika Anda merasakan adanya suatu penyakit di tubuh Anda, tapi setelah diperiksa oleh dokter atau laboratorium tidak menemukan penyebabnya, maka penyakit Anda disebut psikosomatis. Penyebab dari sakit yang Anda derita sebenarnya ada di pikiran Anda.
  19. Serangan Panik. Apabila berada di keramaian atau tempat umum, sering mengalami perasaan panik, sempoyongan, pusing, berputar, jantung berdebar, cemas, takut, nafas tersengat-sengal, berkeringat dan merasa seperti mau pingsan atau seolah-olah terjadi serangan jantung.
  20. Suka Sesama Jenis. Dalam psikologi, homoseks, gay atau lesbian hanya dianggap sebagai masalah apabila orang yang mengalaminya tidak menerima keadaan dirinya. Apabila yang bersangkutan bisa menerima kondisinya, maka tidak dibutuhkan terapi apapun. Nanum bagi yang ingin berubah, psikoterapi memberikan kesempatan bagi Anda untuk mengubah pola pikiran, pola perasaan dan pola nafsu yang menyebabkan Anda menjadi homoseks atau lesbian.
  21. Takut Penyakit. Gejalanya adalah sering melakukan cek ke laboratorium atau rumah sakit untuk memeriksakan kesehatan, padahal tidak ditemukan gangguan yang serius. Tidak pernah puas atau ragu dengan tes kesehatan yang pernah dilakukan, sehingga dia melakukan cek kesehatan lagi dan lagi.
  22. Trauma. Pernah mengalami kejadian yang mengguncang jiwa misalnya kecelakaan, bencana alam, kematian orang yang dicintai, diancam mau dibunuh, tersangkut kasus hukum dan sebagainya. Seorang yang menderita trauma masih sering teringat dengan kejadian yang pernah menimpanya, walaupun kejadian itu sudah berlangsung puluhan tahun silam. Apabila tidak disembuhkan, maka penderitaan akan terus berlangsung

Beberapa permasalahan psikologis yang bisa disembuhkan dengan hypnotherapy:

1.      Acute Stress Disorder | Gangguan stres akut

2.      Agoraphobia | Takut pada ruang terbuka

3.      Adjustment Disorder | Ketidakmampuan menyesuaikan diri

4.      Anxiety Due To A Physical Disorder | Kecemasan karena penyakit fisik

5.      Anxiety Neuroses | Kecemasan neurosis

6.      Anxiety Lepidopterophobia | Takut pada kupu-kupu

7.      Antisocial Personality | Kepribadian antisosial

8.      Anorexia Nervosa | Takut gemuk, tubuh kurus

9.      Anxiety Disorder | Sering cemas tanpa sebab

10.  Avoidant Personality | Kepribadian tertutup, tidak suka bersosialisasi

11.  Aphonia | Kehilangan kemampuan bicara

12.  Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) | Hiperaktif dan gangguan konsentrasi

13.  Bipolar Disorder | Emosi yang tidak stabil, berubah-ubah antara gembira dan depresi.

14.  Binge Eating Disorder | Suka makan berlebihan tanpa kontrol

15.  Bulimia Nervosa | Tidak mau gemuk, setelah makan kemudian dimuntahkan

16.  Conversion Disorder | Masalah psikologis yang muncul dalam bentuk penyakit fisik

17.  Cognitive Disorders | Gangguan kognitif

18.  Compulsive Eating Disorder | Dorongan makan berlebihan

19.  Cyclothymic Disorder | Gangguan mood, gampang berubah suasana hati.

20.  Communication Disorder | Gangguan komunikasi

21.  Depression | Depresi, sedih, putus asa

22.  Dependent Personality Disorder | Tidak bisa mandiri, selalu bergantung kepada orang lain

23.  Dissociative Amnesia | Kelupaan disosiatif

24.  Dissociative Fugue | Kelupaan sebagaian pengalaman hidup

25.  Delusional Disorder | Gangguan delusi, meyakini sesuatu yang tidak benar

26.  Dissociative Disorder | Gangguan disosiatif

27.  Dissociative Identity Disorder | Gangguan identitas disosiatif

28.  Dyspareunia | Nyeri ketika hubungan seksual yang tidak disebabkan penyakit fisik.

29.  Dyslexia | Kesulitan memahami bahasa tulisan

30.  Eating Disorder | Masalah makan dan nafsu makan

31.  Female Orgasmic Disorder | Kesulitan orgasme pada wanita

32.  Generalized Anxiety Disorder | Gangguan cemas menyeluruh

33.  Gender Identity Disorder | Masalah identitas kelamin

34.  Hypochondriasis | Meyakini menderita suatu penyakit, padahal uji medis menyatakan sehat

35.  Hypoactive Sexual Desire Disorder | Kehilangan gairah seksual

36.  Hypersomnia | Banyak tidur, mudah tertidur, tidak bisa menahan kantuk

37.  Hysterical Neurosis | Histeria neurosis, gejala histeris seperti kesurupan

38.  Learning Disorders | Kesulitan belajar

39.  Male Erectile Disorder | Ketidakmampuan ereksi atau impotensi

40.  Male Orgasmic Disorder | Kesulitan orgasme atau ejakulasi pada pria

41.  Narcissistic Personality | Kepribadian narsistik, merasa dirinya penting

42.  Neurasthenia | Perasaan penat yang sangat parah

43.  Obsessive Compulsive Disorder (OCD) | Adanya dorongan melakukan sesuatu secara berulang-ulang

44.  Obsessive-Compulsive Personality Disorder (OCPD) | Gangguan kepribadian obsesif kompulsif

45.  Obesity | Kegemukan, ketidakmampuan mengontrol berat badan sendiri

46.  Pain Disorder | Rasa nyeri yang tidak ada sebab medis

47.  Panic Disorder | Sering panik, mau pingsan, seperti mau terkena serangan jantung

48.  Panic Disorder With Agoraphobia | Serangan panik ketika berada di tempat terbuka atau ketika keluar dari rumah

49.  Phobic Disorders | Fobia, rasa takut yang berlebihan dan tidak wajar

50.  Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) | Gangguan stress yang muncul setelah mengalami peristiwa yang mengguncang jiwa

51.  Postpartum Depression | Depresi setelah melahirkan

52.  Postpartum Psychosis | Gangguan mental setelah melahirkan

53.  Paranoid | Dihantui oleh rasa kaut, merasa akan dicelakai oleh seseorang

54.  Personality Disorder | Gangguan kepribadian

55.  Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD) | Gangguan kesehatan fisik dan mental pada masa menstruasi

56.  Psychasthenia | Kombinasi antara fobia dan obsesif kompulsif

57.  Psychosomatic Disorder | Gangguan psikologis yang muncul dalam bentuk gangguan fisik

58.  Sexual Dysfunctions | Ketidakmampuan melakukan hubungan seksual

59.  Sexual Aversion Disorder | Benci dengan hubungan seksual

60.  Sleeping Disorder | Gangguan tidur, susah tidur, insomnia, mimpi buruk

61.  Social Anxiety Disorder | Kecemasan akan situasi sosial

62.  Social Phobia | Takut dengan tempat umum yang banyak orang

63.  Somatization Disorder | Penyakit fisik yang disebabkan oleh gangguan pikiran, masalah perasaan atau stress.

64.  Schizoid Personality | Suka menyendiri dan berfantasi

65.  Tourette’s Syndrome | Sering mengeluarkan suara pekikan atau siulan tanpa kendali

66.  Trauma Disorders | Gangguan Trauma

67.  Dan semua penyakit psikologis